“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’ [17] : 26-27)
Memaknai sifat boros tersebut, tidak hanya boros dalam menggunakan uang. Boros memanfaatkan waktu, tenaga, ilmu, singkatnya bahkan berlebihan saat melakukan kebaikanpun hingga mempersulit diri padahal Allah sdh mudahkan, maka itu termasuk pada karakter pemboros. Namun kali ini saya hanya akan membahas khusus mengenai kecanduan belanja (shopaholic)
April Benson, seorang psikolog dari Manhattan, AS, dalam bukunya I Shop Therefore I Am : Compulsive Buying and the Search for Self While, mengungkap temuan menarik. Sembilan dari sepuluh orang wanita mengalami shopaholic atau kecanduan belanja.
Penyebab, perempuan mengalami Shopaholic adalah: Kesedihan, kecemasan, panjang angan-angan, tidak percaya diri, pengendalian diri yang buruk, kejenuhan akibat dari situasi senggang atau tidak ada kegiatan, tidak membiasakan diri melakukan sesuatu dengan terencana, salah satunya pada saat berbelanja.
Berikut saya bagi tips mensiasatinya:
1. Biasakan tercatat (Buat catatan pengeluaran wajib setiap bulan, kemudian buat catatan dan catat apa saja yg harus di beli saat hendak berbelanja)
2. Untuk membersihkan harta dan jiwa sebelum menggunakan uang utk keperluan lain, berkomitmenlah utk dahulukan sedekah atau zakatnya.
3. Biasakan jika hendak berbelanja, Bawa uang secukupnya.
4. Tentukan skala prioritas (Utamakan kebutuhan bukan keinginan)
5. Libatkan orang lain untuk mengingatkan atau untuk turut mengendalikan (Suami, salah satu orang terdekat yg paling tepat utk di libatkan.
6. Bagi penderita Shopaholic akut, sebaiknya tidak memilki kartu kredit.
7.Jangan cepat memutuskan untuk membeli barang-barang discon, pertimbangkan apakah kita sangat membutuhkannya?
2. Untuk membersihkan harta dan jiwa sebelum menggunakan uang utk keperluan lain, berkomitmenlah utk dahulukan sedekah atau zakatnya.
3. Biasakan jika hendak berbelanja, Bawa uang secukupnya.
4. Tentukan skala prioritas (Utamakan kebutuhan bukan keinginan)
5. Libatkan orang lain untuk mengingatkan atau untuk turut mengendalikan (Suami, salah satu orang terdekat yg paling tepat utk di libatkan.
6. Bagi penderita Shopaholic akut, sebaiknya tidak memilki kartu kredit.
7.Jangan cepat memutuskan untuk membeli barang-barang discon, pertimbangkan apakah kita sangat membutuhkannya?
Tidak kalah pentingnya untuk disikapi dengan sangat hati-hati adalah jangan sampai salah membaca perasaan kita. Seringkali perasaan cinta pada suami dan anak mendorong kita untuk mengekspresikannya pada saat berbelanja,ingin memberikan ini dan itu demi mengembirakan mereka, padahal pada dasarnya yang kita lakukan adalah berusaha menyembuhkan perasaan cinta dalam hati dan terpuaskan dengan membelanjakan sesuatu utk merk, demikianlah salah satu tipuan syetan menyamarkan apa yang salah, seakan sesuatu yang terpuji. Allah sangat suka jika kita menunjukan karunianya, Dia suka dengan keindahan, namun Allah tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan, dan tidak suka jika kita menyengaja menjerumuskan diri kedalam kebinasaan. Demikian, sekedar catatan singkat saja, semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar