
Penulis. alfi arni makhtaf
Cinta adalah hadiah kehidupan, kita tidak bisa memintanya
datang atau-pun menahannya untuk pergi. Yang bisa dilakukan hanyalah menyiapkan
tempatnya agar ketika cinta itu datang ia dapat tumbuh dan berkembang. Cinta adalah ekspresi terindah-Nya, hanya
akan Allah letakkan kedalam hati yang telah di persiapkan pemiliknya, maka
beruntunglah jiwa-jiwa yang senantiasa mensucikan dirinya.
Cinta dalam sebuah rumah tangga, adalah cinta yang
dilahirkan dari perjuangan, kecemburuan, kemarahan, kebosanan, keakuan, hingga
kotoran anak-anak yang dilahirkan dari setiap kisah malam-malam yang penuh
birahi. Cinta seperti itu teramat rapuh,
ia hanya akan menjadi kuat dan agung ketika jiwa-jiwa yang berkumpul dalam
ikatannya, dipautkan kepada sang pemilik
cinta, yaitu Allah yang telah menjadi sabab-musabab bertemunya dan terikatnya
hati yang berbeda tabeat dan kehendaknya.
Maka ciptakanlah disetiap sudut rumah, keadaan yang akan senantiasa
menggiring penghuninya untuk teringat dan taat kepada Allah. Yaitu rumah yang bersih dan nyaman, rumah
yang disediakan segala sesuatu yang dapat mengingatkan kepada Allah yaitu buku
bacan islami, memperdengarkan lagu-lagu islami, tempat shalat berjamaah yang
nyaman, sampai didalamnya disepakati nilai-nilai dan kebiasaan yang islami,
dari mulai cara berbicara hingga cara berpakaian yang tertata oleh nilai-nilai
kahlak islami. Rumah yang dipelihara
dengan nyaman, dan penghuninya saling berusaha memberikan kenyamanan hati, maka akan memudahkan terpeliharanya hati yang
tentram hingga mudah pula mengundang tumbuhnya cinta kasih diantara
penghuninya. Selain menciptakan suasana rumah yang nyaman, kesadaran dan
kesepakatan mengenai peran masing-masing, akan turut menciptakan dan memelihara
cinta dalam bahtera pernikahan sepasang jiwa yang merindukan nuansa cinta. Karena arti pernikahan adalah sebuah perlindungan, didalamnya
berkumpul jiwa-jiwa yang saling memberikan kenyamanan, kepercayaan dan saling mengingatkan. Dan arti suami adalah figur yang membuat merasa aman dan percaya.
dan tidaklah patut bagi laki-laki
yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan
Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang
lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya
Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab: 36)
Allah telah menetapkan hukum-hukum dalam pernikahan,
didalamnya terkandung hak-hak dan kewajiban, maka ikuti dengan taat dan ikhlas hukum-hukum
didalamnya. Tidak seorang suami atau
istri hilang hak-nya, tidak juga keduanya diperbolehkan melanggar dan mengingkari
aturan hukum didalamnya. pernikahan,
perceraian, merupakan sunatullah yang tentang keduanya Allah telah menetapkan
hukum sebagai perlindungan. Jangan
kecintaan kepada pasangan, anak, harta, dan kedudukan menyebabkan keraguan dan
ketakutan terhadap ketaatan. Jangan
sampai kecintaan kepada suami, mendatangkan murka Allah. Suami hanyalah pelengkap ujian dalam
kehidupan, bukan tujuan.
"kaum laki-laki itu adalah
pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka
(laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki)
telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh,
ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,
oleh karena Allah telah memelihara (mereka…"( QS. an Nisaa': 34)
Seorang wanita selalu menjadi misteri bagi seorang pria,
wanita sosok yang relatif. Perlakuan seorang suami, menentukan bagimana seorang
istri kepadanya...meskipun fitrah istri adalah ketaatan, seorang istri akan
lebih mudah taat yang kepadanya ia
percaya dan merasa aman. Itulah sebabnya seorang suami adalah pemimpin dalam
rumah tangga, yang kepemimpinannya menjadikan seorang istri taat tanpa merasa
terancam, dan suami terhormat, akan tahu bagaimana memperlakukan seorang istri,
ia memelihara dirinya dengan membantu seorang istri menjaga kehormatannya,
hingga suami yang memperlakukan istrinya dengan bahasa yang lembut, tengah
mempersiapkan istrinya untuk menjadi perawat yang lemah lembut dihari tuanya.
dan janganlah kamu iri hati terhadap
apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian
yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka
usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka
usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya
Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.An Nisaa': 32)
Islam menjadikan alquran sebagai tuntunan utama rumah tangga,
didalamnya suami dan istri masing-masing diberi peran utama yang satu sama lain
saling melengkapi. Seorang wanita
dimuliakan dan terlindungi, dan pakaian yang dikenakan seorang wanita muslimah
seharusnya menjadi bahasa no verbal bahwa dia hanya pantas untuk laki-laki
terhormat dan mampu melindungi yaitu suaminya. Istri itu menteri perekonomian dalam
rumah tangga. Dan ngatur apa yang telah dinafkahkan oleh suami adalah seni,
banyak harus sisa, sedikit harus cukup. Dan sebaik-baik lumbung perekonomian
keluarga adalah harta yang dikeluarkan untuk pendidikan dan pelindung. Menjaga keberkahannya dengan zakat dan sedekah.
Peran wanita di dalam rumah tangga
sebagai istri adalah mendidik anak-anak dan menjadi pelengkap dan penentram
bagi suaminya, dan seorang suami diharapkan mampu memastikan wanita dapat
mengemban kewajibannya itu, dengan terpenuhi hak intelektualnya, fitrah
kewanitaannya, dan membimbing agar wanita dapat berperan positif dalam
interaksi sosialnya sebagai Istri dalam keluarga maupun sebagai anggota
masyarakat.
Jika seorang suami ingin wanita disampingnya, dapat
mengekspresikan cintanya sebagai pendidik bagi anaknya, pelengkap bagi dirinya,
dan dapat mengekspresikan fitrah kewanitaannya sebagai "penggoda birahi
"bagi suaminya, maka buatlah dia merasa dicintai, terutama tiba waktunya
tubuhnya lebih suka dipandangi suami dari balik cahaya yang redup daripada
terang benderang (menua). sepanjang wanita merasa dicintai, gairahnya tidak
akan pernah padam, jika tidak lagi karena tubuhnya, seorang wanita yang
dicintai senyumnya memiliki kekuatan untuk menentramkan suaminya.
Dalam rumah tangga, seorang wanita tidak akan luput dari
riak dan gelombang. Jangan pernah hawatir, ketika suami melangkah keluar pagar
rumah, karena diluar sana seorang wanita memikat laki-laki dengan sifat
kewanitaannya, sementara seorang istri membuat suami tetap mengingatnya, tidak
hanya sebagai seorang wanita namun dengan perlakuan keibuannya. Maka tetaplah
disinggasana kehormatanmu sebagi istri. Jika perahu yang berlayar itu harus karam, jangan
hawatirkan cinta.....biarlah ia tumbuh, ada dan pergi sebagaimana seharusnya. Jangan
pautkan hati pada cinta yang "cuma", jangan pula rendahkan diri
karena cinta yang cuma umbul- dunia. Peliharalah
kehormatan wanita lain, sebagaimana kehormatanmu ingin terpelihara...jadilah
wanita yang berhati agung, tidak hanyut oleh histeria kehidupan. Seorang wanita, jangan pernah melemah karena
pandangan, jangan berkecil hati karena perkataan, cukup penilaian Allah saja
sebagai tujuan.
Ketika, hilang pelindung pagar-pagar rumahmu (suami),
tegakkan hati...tetaplah jaga kemuliaan diri sebagai wanita dan ibu. Jadilah pelindung diri sendiri, kerena wanita
jika tidak pandai menempatkan dirinya sebagai perlindungannya, maka dia akan
merusak....lingkungan sosial, dirinya sendiri, sampai sesuatu yang paling
berharga bagi dirinya yaitu anaknya.
Maka seorang ibu...pandai-pandailah menjaga hati, ujian menghantam dan
mengguncang dengan kesedihan dan ketakutan, karena seorang anak dikokohkan atau
dilemahkan jiwanya, sesuai dengan keadaan hati ibunya. Cukuplah Allah yang dipertuhankan, jangan
sekali-kali dituhankan suami, kecantikan, harta...dan...karier...Jangan samapai
jiwa yang berasal dari tubuhmu rusak dan merusak disebabkan seorang ibu yang
membiarkan dirinya hanyut oleh kesedihan, kemarahan dan ketakutan hingga melalaikan
amanah yang Allah titipkan untuk disayangi, diberi pendidikan dan dikuatkan
hatinya. Janganlah perahu yang telah
karam, menegelamkanmu sampai kedasar, bangkit dan ubahlah, kesedihan dan rasa
takut, menjadi energimu untuk menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar