Sabtu, 10 Maret 2012

Simpul Hati Wanita dan Rumah Tangga




Penulis. alfi arni makhtaf


Cinta adalah hadiah kehidupan, kita tidak bisa memintanya datang atau-pun menahannya untuk pergi.  Yang bisa dilakukan hanyalah menyiapkan tempatnya agar ketika cinta itu datang ia dapat tumbuh dan berkembang.  Cinta adalah ekspresi terindah-Nya, hanya akan Allah letakkan kedalam hati yang telah di persiapkan pemiliknya, maka beruntunglah jiwa-jiwa yang senantiasa mensucikan dirinya.
Cinta dalam sebuah rumah tangga, adalah cinta yang dilahirkan dari perjuangan, kecemburuan, kemarahan, kebosanan, keakuan, hingga kotoran anak-anak yang dilahirkan dari setiap kisah malam-malam yang penuh birahi.  Cinta seperti itu teramat rapuh, ia hanya akan menjadi kuat dan agung ketika jiwa-jiwa yang berkumpul dalam ikatannya, dipautkan kepada sang  pemilik cinta, yaitu Allah yang telah menjadi sabab-musabab bertemunya dan terikatnya hati yang berbeda tabeat dan kehendaknya.  Maka ciptakanlah disetiap sudut rumah, keadaan yang akan senantiasa menggiring penghuninya untuk teringat dan taat kepada Allah.  Yaitu rumah yang bersih dan nyaman, rumah yang disediakan segala sesuatu yang dapat mengingatkan kepada Allah yaitu buku bacan islami, memperdengarkan lagu-lagu islami, tempat shalat berjamaah yang nyaman, sampai didalamnya disepakati nilai-nilai dan kebiasaan yang islami, dari mulai cara berbicara hingga cara berpakaian yang tertata oleh nilai-nilai kahlak islami.  Rumah yang dipelihara dengan nyaman, dan penghuninya saling berusaha memberikan kenyamanan hati,  maka akan memudahkan terpeliharanya hati yang tentram hingga mudah pula mengundang tumbuhnya cinta kasih diantara penghuninya. Selain menciptakan suasana rumah yang nyaman, kesadaran dan kesepakatan mengenai peran masing-masing, akan turut menciptakan dan memelihara cinta dalam bahtera pernikahan sepasang jiwa yang merindukan nuansa cinta.  Karena arti pernikahan  adalah sebuah perlindungan, didalamnya berkumpul jiwa-jiwa yang saling memberikan kenyamanan,  kepercayaan dan saling mengingatkan.  Dan arti suami adalah figur yang membuat  merasa aman dan percaya. 
dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab: 36)
Allah telah menetapkan hukum-hukum dalam pernikahan, didalamnya terkandung hak-hak dan kewajiban, maka  ikuti dengan taat dan ikhlas hukum-hukum didalamnya.  Tidak seorang suami atau istri hilang hak-nya, tidak juga keduanya diperbolehkan melanggar dan mengingkari aturan hukum didalamnya.  pernikahan, perceraian, merupakan sunatullah yang tentang keduanya Allah telah menetapkan hukum sebagai perlindungan.  Jangan kecintaan kepada pasangan, anak, harta, dan kedudukan menyebabkan keraguan dan ketakutan terhadap ketaatan.  Jangan sampai kecintaan kepada suami, mendatangkan murka Allah.   Suami hanyalah pelengkap ujian dalam kehidupan, bukan tujuan.
"kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka…"( QS. an Nisaa': 34)
Seorang wanita selalu menjadi misteri bagi seorang pria, wanita sosok yang relatif. Perlakuan seorang suami, menentukan bagimana seorang istri kepadanya...meskipun fitrah istri adalah ketaatan, seorang istri akan lebih mudah  taat yang kepadanya ia percaya dan merasa aman. Itulah sebabnya seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, yang kepemimpinannya menjadikan seorang istri taat tanpa merasa terancam, dan suami terhormat, akan tahu bagaimana memperlakukan seorang istri, ia memelihara dirinya dengan membantu seorang istri menjaga kehormatannya, hingga suami yang memperlakukan istrinya dengan bahasa yang lembut, tengah mempersiapkan istrinya untuk menjadi perawat yang lemah lembut dihari tuanya.  
dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.An Nisaa': 32)
Islam menjadikan alquran sebagai tuntunan utama rumah tangga, didalamnya suami dan istri masing-masing diberi peran utama yang satu sama lain saling melengkapi.  Seorang wanita dimuliakan dan terlindungi, dan pakaian yang dikenakan seorang wanita muslimah seharusnya menjadi bahasa no verbal bahwa dia hanya pantas untuk laki-laki terhormat dan mampu melindungi yaitu suaminya. Istri itu menteri perekonomian dalam rumah tangga. Dan ngatur apa yang telah dinafkahkan oleh suami adalah seni, banyak harus sisa, sedikit harus cukup. Dan sebaik-baik lumbung perekonomian keluarga adalah harta yang dikeluarkan untuk pendidikan dan pelindung.  Menjaga keberkahannya dengan zakat dan sedekah.  Peran wanita di dalam rumah tangga sebagai istri adalah mendidik anak-anak dan menjadi pelengkap dan penentram bagi suaminya, dan seorang suami diharapkan mampu memastikan wanita dapat mengemban kewajibannya itu, dengan terpenuhi hak intelektualnya, fitrah kewanitaannya, dan membimbing agar wanita dapat berperan positif dalam interaksi sosialnya sebagai Istri dalam keluarga maupun sebagai anggota masyarakat.
Jika seorang suami ingin wanita disampingnya, dapat mengekspresikan cintanya sebagai pendidik bagi anaknya, pelengkap bagi dirinya, dan dapat mengekspresikan fitrah kewanitaannya sebagai "penggoda birahi "bagi suaminya, maka buatlah dia merasa dicintai, terutama tiba waktunya tubuhnya lebih suka dipandangi suami dari balik cahaya yang redup daripada terang benderang (menua). sepanjang wanita merasa dicintai, gairahnya tidak akan pernah padam, jika tidak lagi karena tubuhnya, seorang wanita yang dicintai senyumnya memiliki kekuatan untuk menentramkan suaminya.
Dalam rumah tangga, seorang wanita tidak akan luput dari riak dan gelombang. Jangan pernah hawatir, ketika suami melangkah keluar pagar rumah, karena diluar sana seorang wanita memikat laki-laki dengan sifat kewanitaannya, sementara seorang istri membuat suami tetap mengingatnya, tidak hanya sebagai seorang wanita namun dengan perlakuan keibuannya. Maka tetaplah disinggasana kehormatanmu sebagi istri.  Jika  perahu yang berlayar itu harus karam, jangan hawatirkan cinta.....biarlah ia tumbuh, ada dan pergi sebagaimana seharusnya. Jangan pautkan hati pada cinta yang "cuma", jangan pula rendahkan diri karena cinta yang cuma umbul- dunia.  Peliharalah kehormatan wanita lain, sebagaimana kehormatanmu ingin terpelihara...jadilah wanita yang berhati agung, tidak hanyut oleh histeria kehidupan.   Seorang wanita, jangan pernah melemah karena pandangan, jangan berkecil hati karena perkataan, cukup penilaian Allah saja sebagai tujuan.
Ketika, hilang pelindung pagar-pagar rumahmu (suami), tegakkan hati...tetaplah jaga kemuliaan diri sebagai wanita dan ibu.  Jadilah pelindung diri sendiri, kerena wanita jika tidak pandai menempatkan dirinya sebagai perlindungannya, maka dia akan merusak....lingkungan sosial, dirinya sendiri, sampai sesuatu yang paling berharga bagi dirinya yaitu anaknya.  Maka seorang ibu...pandai-pandailah menjaga hati, ujian menghantam dan mengguncang dengan kesedihan dan ketakutan, karena seorang anak dikokohkan atau dilemahkan jiwanya, sesuai dengan keadaan hati ibunya.  Cukuplah Allah yang dipertuhankan, jangan sekali-kali dituhankan suami, kecantikan, harta...dan...karier...Jangan samapai jiwa yang berasal dari tubuhmu rusak dan merusak disebabkan seorang ibu yang membiarkan dirinya hanyut oleh kesedihan, kemarahan dan ketakutan hingga melalaikan amanah yang Allah titipkan untuk disayangi, diberi pendidikan dan dikuatkan hatinya.  Janganlah perahu yang telah karam, menegelamkanmu sampai kedasar, bangkit dan ubahlah, kesedihan dan rasa takut, menjadi energimu untuk menjadi lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar