Seketika, wajah tirus itu memandangi bayangannya sendiri di hadapan cermin yang telah retak. Redup cahaya rembulan mengintip elok tubuhnya yang telanjang melalui dinding bersekat. Cahayanya menyamarkan waktu-waktu dari ribuan batu yang telah berlalu. Tubuh telanjangnya yang hanya bisa dipandangi rembulan, terhijab dari pandangan nafsu dunia, terhijab dibalik dinding bersekat, yang dikelilingi ribuan bola api siap melempari semua nafsu yang mendekat.
Dibalutnya tubuh elok itu dengan selembar kain sutra ungu hingga menutupi seluruh tubuhnya. Sehelai kain hitam ditutupkan menutup seluruh rambut panjangnya yang ikal mayang. Selembar sajadah digelarkan diatas lantai tanah. Wanita itu bersujud....lama seolah menembus keghaiban , hilang dan hanyut dalam dekapan spiritual. Gelap malam, dingin dan suara makhluk malam meningkahi tangisnya yang mulai memikat Jibril, hingga ribuan sayapnya yang seluas langit seakan menyelimuti wanita itu dalam sujudnya yang tak kunjung usai.
Dialah kecantikan, dialah kemolekan, dialah tubuh yang diselimuti gairah sepenuh langit dan bumi, dialah pemilki sinar mata yang bagaikan telaga dalam, dialah yang tangisannya menyelimuti setiap malam, dialah yang doanya menggetarkan arsy, dialah yang wanita yang dikunjungi kekasihNya di sepertiga malam, dalam mihrab yang dimensinya tidak terjangkau. Kekasih sang nabi yang tersembunyi dari ayat-ayat tertulis, terbungkam dari kisah-kisah seribu satu malam.
Mengalunlah doanya, bait demi bait...lirih terbawa angin malam, ...
Tuhan turunkan kedalam hatiku sebuah cinta
Cinta yang akan membuatku suka bercermin
Cinta yang akan membuatku rajin mematut diri
Cinta yang membuat aku mengalahkan sekuntum bunga
Cinta yang membuat aku Kau sukai
Namun jika…Kau ingin cintaku hanya untukMu
Bersandinglah Kau denganku sebagaimana Kau sandingkan kehidupan dan kematian
Jika aku sedang menangis, buat aku merasakanMu
Jika aku sedang bahagia, buat aku mengingatMu
Jika aku sedang kesepian turunlah kedalam hatiku
Jangan jauhkan aku dari cinta, dalam bentuk apapun yang Kau inginkan
Tuhan aku ingin cantik dihadapanMu, kecantikan yang Kau inginkan
Ya…lathif dalam keadaan apapun aku memanggilMu, selalulah penuhi panggilanku
Ijinkan aku memilikiMu didalam hatiku, sebagaimana sebuah pohon memiliki akarnya
Tuhan jadikanlah penciptaanku, menjadi akhir yang indah sebagaimana awalnya.
"Hambaku…..Bagaimana sekiranya
Aku biarkan kau mangis, karena Aku menyukai tangisanmu
Aku tidak ijinkan apa yang kau minta, karena aku suka Kau terus memanggilku
Aku biarkan kau mangis, karena Aku menyukai tangisanmu
Aku tidak ijinkan apa yang kau minta, karena aku suka Kau terus memanggilku
Keyakinan akan membawa pada kekuatan
ketika kau sendirian Aku meenggenapkanmu
Ketika kau kesakitan aku turunkan rasa bahagai tanpa permulaan sebagai penawarnya
Ketika kau ponggah dihadapan manusia, aku kumpulkan mereka untuk memakimu agar kau kembali mengingatKu
ketika kau sendirian Aku meenggenapkanmu
Ketika kau kesakitan aku turunkan rasa bahagai tanpa permulaan sebagai penawarnya
Ketika kau ponggah dihadapan manusia, aku kumpulkan mereka untuk memakimu agar kau kembali mengingatKu
“Berhentilah kau menawar bagaimana cara Aku memperlakukanmu, karena sesungguhnya Aku Maha pengasih lagi Maha penyayang”
By. Alfi ArniMakhtaf
By. Alfi ArniMakhtaf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar