Rabu, 12 Maret 2014

Jilbab Untuk Pelacurku



duhai perempuan malam, kemanakah langkahmu akan kau arak? tidakkah kau lelah, menukar dahagamu dengan tangan yg merayap mencari nikmat. duhai perempuan, mengapa hijabmu kau hempaskan?, setidaknya itu bisa menyeka genang airmatamu. ku tau, kau gemetar diantara dua kaki nafsu yg semu membakarmu, sesekali datanglah ke surau itu...mungkin masih ada setetes penawar dahagamu...

duhai perempuan malam, tidakkah kau rindu bisikan ditelingamu, "kau adalah perempuanku, tak akan kusentuh sebelum aku terbasuh air wudlu". Duhai perempuan malam, segeralah beranjak dari rengkuhan palsu itu. Biar kubuatkan jilbab dari untaian daun-daun yg jatuh....,jangan kau pedulikan para "akhwat" yg matanya mendelik itu..., masih ada ruang kosong untukmu tersembunyi dibalik pintu adn...

duhai perempuan malam, jangan hentikan langkahmu untuk singgah sesaat saja disurau itu,...jangan pedulikan "ikhwan-ikhwan" itu, masih ada saf kosong yang tuhan sediakan untuk mu, yang tidak akan diberikan pada para pendzikir itu,...



karena, mereka hanyalah pedagang yang telah menukar dzikir mereka dengan pahala Tuhan. Tuhan pasti memilihmu, karena kau bukan pedagang, kau hambaNya yang mencari ampunan dan cintaNya. By Alfi Arni Makhtaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar